Dari Madrasah untuk Bumi: MAN Donggala Ambil Bagian dalam program Ekoteologi Kementerian agama republik indonesia
Humas
22 April 2025 563 x Info Madrasah
Dalam semangat memperingati Hari Bumi ke-55, MAN Donggala menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan hidup dengan melaksanakan kegiatan penanaman pohon matoa di lingkungan madrasah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Ekoteologi yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sebanyak lima pohon matoa ditanam di berbagai titik strategis di area madrasah. Prosesi penanaman dipimpin langsung oleh Kepala MAN Donggala, Dedi Hariyadi, S.Pd., didampingi oleh Kepala Urusan Tata Usaha, Ridwan, S.Ag., serta para Wakil Kepala Madrasah, dewan guru, staf, dan siswa-siswi. Suasana kegiatan penuh semangat dan kekeluargaan, mencerminkan rasa cinta terhadap alam yang semakin tumbuh di kalangan warga madrasah.
Program Ekoteologi merupakan inisiatif Kementerian Agama yang mengajak seluruh satuan pendidikan keagamaan untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu implementasinya adalah Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa yang menjadi simbol harapan bagi masa depan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Siswa-siswi MAN Donggala turut ambil bagian aktif dalam kegiatan ini. Mereka terlibat langsung dalam proses menggali tanah, menanam bibit, dan menyiram pohon. Antusiasme mereka mencerminkan harapan akan generasi muda yang peduli terhadap alam dan masa depan bumi.
Penanaman pohon matoa di Hari Bumi ini diharapkan menjadi titik awal dari gerakan yang lebih luas di lingkungan MAN Donggala. Madrasah ini berkomitmen untuk terus mengembangkan program berbasis lingkungan, seperti bank sampah, taman hijau sekolah, dan edukasi lingkungan berkelanjutan di dalam kurikulum. Dengan adanya kegiatan ini, MAN Donggala telah menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya pusat pembelajaran ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga agen perubahan yang turut serta dalam menjaga bumi. Peringatan Hari Bumi tahun ini bukan hanya menjadi perayaan simbolis, melainkan juga menjadi langkah konkret untuk masa depan yang lebih hijau. Kementerian Agama RI melalui program Ekoteologi berharap seluruh madrasah di Indonesia terinspirasi untuk melakukan aksi serupa. Gerakan penanaman pohon matoa menjadi bukti bahwa pendidikan bisa menjadi kekuatan besar dalam menjaga bumi dan membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
