MAN Donggala Laksanakan simulasi ujian madrasah (UM) tahun pelajaran 2024/2025
Humas
26 Februari 2025 51 x Info Madrasah
Dalam rangka mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2024/2025, MAN Donggala menggelar simulasi ujian dengan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis Android. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan serta membekali siswa dengan pengalaman ujian berbasis digital. Simulasi ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII dan dilaksanakan di ruang-ruang kelas yang telah disiapkan khusus dengan jaringan internet yang memadai. Dengan menggunakan aplikasi CBT berbasis Android, para siswa mengerjakan soal-soal ujian secara daring melalui perangkat ponsel masing-masing. Proses ini berlangsung tertib dan lancar, dengan pengawasan langsung dari para guru pengawas.
Tujuan utama dari pelaksanaan simulasi ini adalah untuk memberikan gambaran teknis kepada siswa mengenai pelaksanaan ujian yang sesungguhnya. Dengan simulasi ini, siswa dapat memahami alur pengerjaan, manajemen waktu, serta cara menyelesaikan kendala teknis yang mungkin terjadi selama ujian berbasis Android berlangsung. Selain itu, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi bagi madrasah dalam mengukur kesiapan infrastruktur, seperti jaringan internet, server lokal, serta perangkat siswa. Tim teknis MAN Donggala turut melakukan pemantauan dan mencatat setiap kendala yang muncul untuk dijadikan bahan perbaikan sebelum pelaksanaan ujian resmi.
Dengan pelaksanaan simulasi ini, MAN Donggala berharap siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mental dan teknis dalam menghadapi Ujian Madrasah mendatang. Sistem CBT Android ini dinilai sangat relevan dalam era digitalisasi pendidikan dan menjadi solusi praktis bagi madrasah yang ingin terus maju mengikuti perkembangan zaman. Simulasi ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam mendukung digitalisasi pendidikan di lingkungan madrasah. MAN Donggala menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan, tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang menjadi jati diri madrasah.
